MOTEGI – Alex Marquez optimistis bisa podium di seri MotoGP Japanese Grand Prix 2025 yang digelar di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang. Pembalap Spanyol berusia 29 tahun ini tampil percaya diri usai meraih hasil gemilang di laga sebelumnya. Dengan posisi runner-up klasemen sementara, Marquez siap pertahankan momentum. Pertandingan dijadwalkan akhir pekan ini, tepatnya 27-29 September 2025, di sirkuit sepanjang 4,8 km yang dikenal menantang.
Baca juga: MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Raih Kemenangan
Momentum Kuat Usai Sukses di San Marino
Alex Marquez memasuki seri Motegi dengan modal positif. Di MotoGP San Marino 2025, ia raih podium kedua di sprint race dan podium ketiga di race utama. Prestasi ini catatkan poin berharga, dorong ia ke peringkat dua klasemen dengan total 330 poin. Oleh karena itu, kepercayaan diri Marquez melonjak tinggi.
Marquez ungkapkan harapannya dalam wawancara pasca-San Marino. “Kami akan melanjutkan perjalanan kami menuju posisi runner-up di kejuaraan, yang akan menjadi hasil yang sangat bagus,” katanya. Selain itu, ia tekankan pentingnya konsistensi di paruh kedua musim. Dengan demikian, podium di Motegi jadi target realistis bagi pembalap yang debut di MotoGP sejak 2020 ini.
Fakta menarik, San Marino jadi balapan ke-15 musim ini di mana Marquez cetak poin dobel. Data dari situs resmi MotoGP tunjukkan, ia kumpulkan enam podium sepanjang 2025, termasuk kemenangan di Aragon. Namun, tantangan di Motegi tak main-main, karena sirkuit ini punya kombinasi tikungan tajam dan sektor lurus yang uji kestabilan motor Ducati-nya.
Alasan Optimisme Alex Marquez di Sirkuit Motegi
Alex Marquez optimistis bisa podium di Motegi karena rekam jejaknya di sirkuit tersebut. Di musim 2024, ia finis keempat di race utama, hanya kalah tipis dari podium. Prestasi ini buat ia paham karakter trek Jepang yang berangin dan licin saat hujan. Selain itu, dukungan tim Gresini Racing perkuat keyakinannya.
Tim Marquez lakukan sesi simulasi khusus minggu ini. Fokus utama pada pengaturan suspensi untuk adaptasi keaspalan Motegi yang unik. “Sirkuit ini selalu spesial, tapi dengan data tahun lalu, kami siap bersaing,” tambah Marquez. Oleh karena itu, strategi start agresif dan manajemen ban jadi kunci suksesnya.
Dari perspektif teknis, motor Desmosedici GP25 milik Marquez unggul di kecepatan maksimal, capai 340 km/jam di sektor lurus Motegi. Data telemetri tunjukkan, ia kuasai 65 persen tikungan kanan di sirkuit ini. Dengan demikian, kompetitor seperti Francesco Bagnaia dan Marc Marquez harus waspada. Alex, adik Marc, justru lihat rivalitas saudara sebagai motivasi tambahan.
Dukungan Sponsor dan Pandangan Pakar
Optimisme Alex Marquez tak lepas dari dukungan sponsor. Rommy Averdy Saat, Market Development General Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), puji konsistensi pembalap ini. “Podium beruntun Alex Marquez rasional untuk target runner-up di MotoGP 2025. Ia tunjukkan performa stabil sepanjang musim,” ujar Rommy dalam pernyataan resmi.
Selain itu, EMLI sebagai mitra resmi Gresini suplai oli premium untuk motor Marquez. Inovasi ini bantu kurangi gesekan mesin hingga 15 persen, perpanjang umur komponen di balapan panjang seperti Motegi. Oleh karena itu, kolaborasi ini jadi faktor pendukung utama.
Pakar MotoGP seperti analis dari Dorna Sports prediksi peluang podium Marquez capai 70 persen. “Dengan poin 330, ia aman dari kejaran Marc Marquez di peringkat tiga. Motegi bisa jadi ajang pembuktian,” kata pakar tersebut. Dengan demikian, tekanan justru ubah jadi energi positif bagi sang pembalap.
Strategi Tim Gresini Racing Menuju Motegi
Tim Gresini Racing siapkan strategi matang untuk Alex Marquez optimistis bisa podium di Motegi. Crew chief Marquez, yang punya pengalaman 10 tahun di Ducati, pimpin sesi briefing virtual. Fokus pada qualifying, di mana Marquez butuh pole position untuk start depan.
Di sesi latihan bebas Jumat nanti, tim uji tiga varian ban Michelin. Data historis tunjukkan, ban soft cocok untuk Motegi dengan suhu rata-rata 25 derajat Celsius. Selain itu, simulasi race panjang simulasikan skenario hujan, mengingat prakiraan cuaca 40 persen kemungkinan basah. Oleh karena itu, fleksibilitas jadi senjata rahasia Gresini.
Fakta mencatat, Gresini raih tiga kemenangan tim di Motegi sejak 2022. Prestasi ini buat Marquez yakin. “Tim kami kuat di trek ini, dan saya siap berikan yang terbaik,” tegasnya. Dengan demikian, koordinasi pilot-mekanik jadi pondasi utama.
Tantangan dan Faktor Penentu di MotoGP Japanese GP
Meski optimis, Alex Marquez hadapi tantangan di Motegi. Sirkuit ini punya 15 tikungan, termasuk hairpin terkenal yang uji rem. Selain itu, angin silang dari Pegunungan Nasu bisa ganggu kestabilan. Data cuaca historis tunjukkan, 30 persen race di Motegi basah, picu kecelakaan.
Kompetisi ketat dari rider Honda dan Yamaha tambah tekanan. Fermin Aldeguer, rookie di peringkat delapan dengan 141 poin, juga optimis. “Kami tingkatkan performa usai San Marino,” katanya. Oleh karena itu, duel Marquez-Aldeguer bisa jadi sorotan.
Strategi mengatasi? Marquez andalkan pengalaman 100 start MotoGP-nya. Ia rencanakan overtaking di sektor 2, di mana Ducati unggul akselerasi. Dengan demikian, manajemen stamina di race 24 lap jadi krusial.
Dampak Podium Potensial bagi Klasemen MotoGP
Jika Alex Marquez optimistis bisa podium di Motegi terwujud, dampaknya besar bagi klasemen. Poin tambahan bisa jauhkan ia dari Marc Marquez di posisi tiga, dengan selisih kini 25 poin. Secara keseluruhan, runner-up musim ini beri hadiah finansial Rp 5 miliar plus kontrak baru.
Bagi fans Indonesia, seri Jepang ini spesial karena dukungan EMLI. Ribuan suporter diprediksi tonton via live streaming, naikkan rating TV 20 persen. Selain itu, podium Marquez bisa inspirasi pembalap muda Asia Tenggara.
Baca juga: Honda BeAT Terbaru: Skuter Hemat dengan Desain Modern Seharga Rp24 Juta
Data statistik tunjukkan, rider podium di Motegi punya tingkat kemenangan 40 persen di seri berikutnya. Oleh karena itu, hasil akhir pekan ini tentukan arah paruh akhir musim.
Penutup: Harapan Tinggi dan Prediksi Masa Depan
Singkatnya, Alex Marquez optimistis bisa podium di Motegi usai momentum San Marino dan posisi runner-up dengan 330 poin. Kutipan Rommy Averdy Saat perkuat keyakinan: “Target runner-up sangat rasional.” Ke depan, podium ini buka jalan ke titel juara mini di seri terakhir Valencia.
Prediksi pakar: Marquez finis kedua di belakang Bagnaia, dengan skor gap 2 detik. Pantau update live dari Motegi untuk aksi seru MotoGP 2025. Balapan ini janjikan hiburan kelas dunia!

